Berita Nasional, nasional, Wawasan

LDII Dorong Generasi Tangguh Finansial Lewat Bisnis Online: Belajar dari Viral Content Creator Hassan ‘Sule’ Nurfambudi

YOGYAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) kembali menegaskan komitmennya membangun generasi muda yang melek finansial dan adaptif terhadap peluang ekonomi digital.

Melalui Workshop Generasi Tangguh Finansial: Dari Literasi Keuangan ke Bisnis Online Kreatif, yang digelar pada Minggu (23/11), para peserta mendapat wawasan langsung dari praktisi dunia konten, Hassan ‘Sule’ Nurfambudi, sosok kreator viral dengan jutaan penonton di Facebook dan TikTok.

Dalam sesi bertajuk “Ngonten Dapat Cuan, Viral dan Produktif”, Hassan membuka kisah awal kariernya. Ia mulai membuat konten pada akhir 2023, fokus pada video pendek berdurasi sekitar 20 detik yang diunggah ke Facebook Pro, platform yang kala itu tengah naik daun.

Bersama saudaranya, ia memproduksi konten secara intens tanpa pola kerja yang jelas. Tingginya tuntutan produksi membuatnya kewalahan.

“Sempat tumbang karena waktu terforsir,” ujarnya mengingat masa-masa kritis itu.

Kegagalan sementara itu ternyata menjadi momentum refleksi. Hassan bangkit, menyusun ritme kerja baru, dan memilih konsisten membuat video pendek yang diproduksi mandiri. Hasilnya luar biasa: 1,5 juta pengikut di Facebook, disusul jumlah hampir sama di TikTok — capaian yang diraih hanya dalam 1,5 tahun.

Menurut Hassan, selain konsistensi, ada strategi sederhana namun efektif: membangun rasa penasaran. Salah satunya dengan memakai baju yang sama dalam sejumlah video.

“Ada yang bertanya kenapa bajunya tidak ganti, ada juga yang sadar kalau konten itu dibuat orang yang sama,” jelasnya.

Komentar-komentar kecil itu justru memicu interaksi, meningkatkan engagement, dan mendongkrak penayangan secara organik.

Sesi semakin menarik ketika istri Hassan turut berbagi pengalaman. Ia bercerita bahwa video pertamanya langsung FYP (For Your Page) dengan penayangan mencapai jutaan.

“Saya senang, jadi tambah percaya diri. Sejak itu, saya jadi partner ngonten suami,” tuturnya.

Kolaborasi pasangan ini membuat produktivitas dan kreativitas konten semakin matang, sekaligus membuka pintu untuk berbagai endorsement, terutama dari platform TikTok.

Meski demikian, Hassan menekankan bahwa viral bukanlah keberuntungan instan. Ada proses panjang, pola produksi yang terukur, dan dedikasi tinggi dalam setiap konten yang dibuat.

Hassan membagikan tiga formula sederhana namun efektif bagi pemula yang ingin terjun ke dunia konten digital:

1. Satu Jam untuk Brainstorming Konsep

Gunakan waktu fokus untuk memunculkan ide terbaik. Sumber ide bisa dari pengalaman pribadi, diskusi tim, melihat referensi kreator lain, hingga memanfaatkan AI. Tuliskan konsep agar tidak hilang begitu saja.

2. Setengah Jam untuk Eksekusi

Manfaatkan waktu luang untuk langsung merekam. Tidak perlu menunggu momen sempurna, karena sering kali ide terbaik lahir dari spontanitas dan konsistensi.

3. Satu Jam Khusus Editing

Editing adalah tahap penting yang menentukan kualitas akhir. Sisihkan waktu khusus agar hasil video layak ditonton dan berpotensi viral.

Melalui sesi ini, LDII ingin menegaskan bahwa literasi finansial tidak cukup hanya dipahami secara teori. Generasi muda perlu diarahkan pada kemampuan mengelola peluang nyata, salah satunya melalui ekonomi kreatif digital.

Hassan menjadi contoh nyata bahwa peluang cuan di era digital sangat terbuka, selama dijalani dengan strategi yang tepat, disiplin, dan kerja keras. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *