Berita Kegiatan, nasional, Warta Sukoharjo

LDII Sukoharjo dan RS PKU Muhammadiyah Bahas Penguatan Layanan Kesehatan Umat

SUKOHARJO (15/9) – Pimpinan RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo melakukan silaturohim dengan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (12/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi di bidang kesehatan sekaligus membahas rencana kerja sama pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 14.20 WIB di Gedung Majelis Bersama (GMB), kompleks Kantor DPD LDII Kabupaten Sukoharjo.

Hadir Rombongan RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, Ketua Dewan Pengawas Harian sekaligus Pendiri RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, Dr.Guntur Subyantoro ; Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, dr. Indarto, M.Si., M.M., beserta staf. Sementara dari pihak LDII hadir jajaran pengurus harian DPD LDII Kabupaten Sukoharjo, Bagian Hubungan Antarlembaga (HAL), serta pengurus Forum Komunikasi Kesehatan Indonesia (FKKI) Kabupaten Sukoharjo.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, dr. Indarto, M.Si., M.M., menyampaikan perkembangan rumah sakit, termasuk upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Selain itu juga meminta masukan dari LDII Sukoharjo sebagai bahan evaluasi dan pengembangan pelayanan ke depan.

Ketua DPD LDII Kabupaten Sukoharjo, Drs. H. Dalono Abdul Rosyid, menyambut baik silaturohim tersebut. Menurutnya, komunikasi dan sinergi antara lembaga keagamaan dengan institusi pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

“Silaturohim ini sangat positif karena membuka ruang komunikasi dan sinergi yang lebih luas. Kami tentu menyambut baik upaya RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus meminta masukan dari LDII,” ujar Dalono.

Ia menambahkan, kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, upaya menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami sakit, tetapi juga perlu dilakukan melalui edukasi, pencegahan, dan pembiasaan hidup sehat.

“Harapannya, kerja sama ini nantinya tidak hanya berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat sakit, tetapi juga mencakup upaya preventif dan promotif. Dengan demikian, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” jelasnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, DPD LDII Kabupaten Sukoharjo bersama RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).

Rencana MoU tersebut akan menjadi landasan sinergi dalam berbagai kegiatan kesehatan umat yang mencakup tiga aspek utama, yakni preventif, kuratif, dan promotif.

Aspek preventif diarahkan pada upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Sementara aspek kuratif berkaitan dengan pelayanan dan penanganan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Adapun aspek promotif diarahkan pada peningkatan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan.

Dalono berharap rencana kerja sama tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan program-program konkret yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap MoU ini nantinya tidak berhenti pada dokumen kerja sama, tetapi benar-benar dapat diwujudkan dalam kegiatan yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat Kabupaten Sukoharjo,” pungkasnya. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *