Berita Nasional, nasional

AHY Apresiasi Peran LDII dalam Pendidikan dan Dakwah Kebangsaan di Ponpes Minhajurrosyidin

LDII SUKOHARJO, JAKARTA – Pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan menjadi kunci utama masa depan Indonesia. Hal tersebut ditegaskan oleh Agus Harimurti Yudhoyono saat menghadiri acara kuliah umum sekaligus kegiatan sosial Ramadan di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Dalam kegiatan bertajuk “Kuliah Umum, Santunan Anak Yatim, Pembagian Sembako, dan Buka Bersama”, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu menyoroti pentingnya kualitas manusia sebagai faktor penentu kemajuan bangsa, meskipun Indonesia dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah.

Pendidikan Jadi Penentu Masa Depan Bangsa

Menurut Agus Harimurti Yudhoyono atau yang akrab disapa AHY, pembangunan nasional tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam. Kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan karakter generasi mudanya.

Ia menilai Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memiliki rekam jejak yang baik dalam membangun pendidikan serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Walaupun Indonesia kaya akan sumber daya alam, kemajuan bangsa tetap sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Saya melihat LDII memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar AHY.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap peran organisasi masyarakat dalam membantu menciptakan generasi muda yang berkarakter, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial.

Pentingnya Sinergi Ulama dan Umaro

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah atau yang dikenal dengan konsep ulama dan umaro. Menurutnya, sinergi ini sangat diperlukan untuk menjaga persatuan bangsa sekaligus menghadapi berbagai tantangan global.

Ia mengingatkan bahwa kondisi dunia saat ini tengah menghadapi berbagai ketidakpastian. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus bersyukur atas situasi yang relatif damai di dalam negeri.

“Indonesia adalah negara besar dan sangat majemuk. Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja, banyak konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. Kita patut bersyukur Indonesia masih damai, tetapi kedamaian itu harus terus kita jaga bersama,” jelasnya.

Dakwah Islam dan Nasionalisme Harus Sejalan

AHY juga memberikan apresiasi terhadap pendekatan dakwah yang dilakukan oleh LDII. Menurutnya, LDII mampu menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan semangat kebangsaan.

Ia menilai perpaduan tersebut sangat penting dalam membentuk generasi yang religius sekaligus memiliki jiwa patriotisme yang kuat.

“Perpaduan antara nilai keislaman dan nasionalisme menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, serta memiliki semangat cinta tanah air,” tegas AHY.

Pendekatan dakwah yang moderat dan berorientasi pada pembinaan karakter dinilai menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga kerukunan masyarakat Indonesia yang beragam.

Meninjau Fasilitas Pendidikan Pesantren

Dalam kunjungannya, AHY juga meninjau berbagai fasilitas pendidikan yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin. Ia melihat langsung sarana olahraga, balai pelatihan, hingga pembangunan gedung sekolah yang sedang berlangsung.

Pembangunan tersebut meliputi fasilitas pendidikan formal mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menurut AHY, pengembangan fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan global.

“Pengembangan fasilitas pendidikan seperti ini sangat penting untuk mencetak generasi yang memiliki kualitas pendidikan, karakter kuat, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

LDII: Sinergi dengan Pemerintah Harus Diperkuat

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso menyampaikan apresiasi atas kehadiran AHY di pesantren tersebut. Ia menilai kunjungan tokoh nasional dapat memberikan motivasi bagi para santri untuk terus belajar dan berkontribusi bagi bangsa.

Menurutnya, LDII sebagai kekuatan sosial perlu bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga keutuhan bangsa dan membangun masa depan Indonesia.

“Kami adalah kekuatan sosial, sementara pemerintah memiliki kekuatan otoritas. Sinergi antara keduanya akan menjadi kekuatan besar untuk menjaga keutuhan bangsa, membangun Indonesia ke depan, dan menjadikan Indonesia semakin kuat,” ungkapnya.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dapat terus ditingkatkan demi menciptakan stabilitas dan kemajuan nasional.

Komitmen Pesantren Mencetak Generasi Unggul

Dalam kesempatan yang sama, pimpinan Chairul Baihaqi menegaskan komitmen pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, sumber daya manusia merupakan modal utama bagi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pesantren terus berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai agama.

“Pondok Pesantren Minhajurrosyidin terus mengembangkan sarana pendidikan modern yang dipadukan dengan pendidikan karakter dan nilai keislaman,” jelasnya.

Selain pendidikan agama, pesantren juga membangun sekolah formal dari jenjang SD hingga SMA sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan luas, kemampuan akademik, serta karakter religius.

Menuju Generasi Indonesia Emas 2045

Pembangunan fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi masa depan Indonesia.

Menurut Chairul Baihaqi, langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki pola pikir maju, penguasaan ilmu pengetahuan, serta karakter yang kuat.

“Melalui pendidikan yang terpadu antara ilmu pengetahuan dan nilai agama, kami berharap dapat mencetak generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kegiatan yang diisi dengan kuliah umum, santunan anak yatim, pembagian sembako, serta buka puasa bersama tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. ***

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *