Bangun Sinergi dari Desa: Audiensi PAC LDII Tambakboyo dengan Pemdes Jadi Awal Kolaborasi Besar
LDII SUKOHARJO – Sebuah langkah kecil yang berpotensi membawa dampak besar bagi kemajuan desa terlihat dalam kegiatan audiensi yang dilakukan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Tambakboyo dengan Pemerintah Desa Tambakboyo. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Balai Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (17/3/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahim biasa, tetapi menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi, memperkuat hubungan, sekaligus menyatukan visi dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya.
Ketua PAC LDII Desa Tambakboyo, Sutarman, ST., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai audiensi ini sebagai momentum penting untuk membuka pintu kolaborasi yang lebih luas.
“Alhamdulillah, acara audiensi sekaligus silaturahim Pengurus PAC LDII Tambakboyo dengan Pemerintah Desa Tambakboyo sudah terlaksana dengan baik. Ini menjadi awal yang sangat positif dalam menjalin komunikasi dan mempererat hubungan,” ungkap Sutarman.
Ia juga menegaskan bahwa LDII siap berperan aktif dalam mendukung program-program desa, khususnya dalam pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah desa menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan sejahtera.
Di sisi lain, Kepala Desa Tambakboyo, Samsul Arifin, S.E., memberikan tanggapan yang hangat dan penuh apresiasi terhadap kehadiran LDII. Ia menilai LDII sebagai organisasi yang memiliki peran positif dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi kehadiran LDII. Selama ini LDII tidak neko-neko dan selalu mendukung pemerintah yang sah. Ini sangat penting dalam menjaga suasana desa tetap kondusif,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kepercayaan pemerintah desa terhadap peran LDII sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Menurutnya, sinergi yang terjalin antara pemerintah dan elemen masyarakat seperti LDII menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, rukun, dan sejahtera.
Audiensi berlangsung dengan penuh kehangatan, di mana kedua pihak saling bertukar pandangan dan harapan. Diskusi yang mengalir menunjukkan adanya kesamaan visi dalam membangun Desa Tambakboyo yang lebih maju, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga mental dan spiritual masyarakatnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan yang mampu melahirkan berbagai program positif. Dengan semangat kebersamaan yang telah terbangun, Desa Tambakboyo optimistis mampu melangkah lebih jauh menuju masa depan yang harmonis dan berdaya. (bay)
