Puding Sorgum Antar LDII Sukoharjo Raih Juara 1 Tingkat Jawa Tengah
SUKOHARJO (25/8) — Kreativitas mengolah pangan lokal mengantarkan perwakilan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sukoharjo meraih prestasi membanggakan dalam Lomba Olahan Makanan Berbahan Pangan Lokal Sorgum tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Tengah pada Minggu (23/8/2026).
Dalam ajang tersebut, tim DPD LDII Kabupaten Sukoharjo berhasil meraih Juara 1 Kategori Kreasi Rasa dan Mutu Terbaik melalui inovasi kuliner Puding Sorgum.
Ketua DPD LDII Kabupaten Sukoharjo, Drs. H. Dalono Abdul Rosyid, menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kerja keras tim yang telah mengangkat sorgum menjadi produk makanan yang menarik, bergizi, sekaligus memiliki nilai ekonomi.
“Prestasi ini bukan sekadar tentang memenangkan perlombaan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran bahwa pangan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi makanan yang sehat, menarik, dan bernilai ekonomi,” ujar Dalono.
Menurutnya, sorgum tidak semestinya hanya dipandang sebagai bahan pangan alternatif. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, sorgum dapat dikembangkan menjadi berbagai produk makanan yang sesuai dengan selera masyarakat.
Tim DPD LDII Sukoharjo mengolah tepung atau biji sorgum menjadi puding dengan tekstur lembut dan cita rasa yang lebih mudah diterima masyarakat. Inovasi tersebut menjadi salah satu kekuatan yang mengantarkan produk Sukoharjo memperoleh penilaian terbaik pada kategori rasa dan mutu.
Pengolahan tersebut juga menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat dikreasikan menjadi hidangan modern tanpa menghilangkan nilai gizinya.
Dalono menilai, kreativitas semacam ini perlu terus dikembangkan, terutama di tingkat keluarga dan masyarakat.
“Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi warga LDII, khususnya para ibu, untuk tidak berhenti berkreasi. Bahan pangan lokal yang ada di sekitar kita harus bisa diolah menjadi menu yang sehat, menarik, dan kalau dikembangkan dengan serius dapat memberikan tambahan nilai ekonomi,” katanya.
Lomba olahan pangan berbahan sorgum tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan diversifikasi pangan sekaligus mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada satu jenis sumber pangan.
Bagi DPD LDII Kabupaten Sukoharjo, prestasi tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi lokal.
“Ketahanan pangan bukan hanya persoalan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengolah, memanfaatkan, dan meningkatkan nilai tambah pangan yang tersedia di daerahnya,” tutur Dalono.
Ia berharap inovasi Puding Sorgum tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih luas sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga dari kegiatan seperti ini lahir lebih banyak inovasi pangan lokal dari Sukoharjo yang tidak hanya enak dan bergizi, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif,” pungkasnya. (bay)
