Pembekalan Dai PC LDII Kartasura: Strategi Meningkatkan Kompetensi Dai Profesional Religius di Era Digital
KARTASURA, SUKOHARJO (12/4) – Upaya meningkatkan kualitas dakwah terus dilakukan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), khususnya di tingkat Pimpinan Cabang (PC). Salah satunya melalui kegiatan pembekalan dai yang digelar oleh PC LDII Kartasura pada Sabtu, 11 April 2026. Bertempat di Masjid Baitul Makmur lantai 2, Pabelan Kartasura, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak dai yang profesional, religius, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama di era digital.
Meningkatkan Kompetensi Dai di Tengah Perubahan Zaman
Kegiatan pembekalan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi dai, khususnya para pengajar TPQ/TPA binaan PC LDII Kartasura. Di tengah derasnya arus informasi digital, peran dai tidak hanya sebagai penyampai pesan agama, tetapi juga sebagai figur teladan yang mampu menyesuaikan metode dakwah dengan kebutuhan masyarakat modern.
Pelatihan ini mengusung tema peningkatan kompetensi dai profesional religius, dengan pendekatan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan aplikatif. Para peserta mendapatkan wawasan mendalam tentang teknik berdakwah yang efektif, komunikatif, serta tetap berpegang pada nilai-nilai akhlakul karimah.
Materi Dakwah: Menyentuh Hati dengan Kelembutan
Materi pertama disampaikan oleh KH. Khusnan Hidayat yang membahas dasar-dasar dakwah. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menyampaikan dakwah dengan cara yang baik dan lembut, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan hati terbuka oleh masyarakat.
Beliau juga menjelaskan pentingnya pemilihan tema dakwah yang relevan, serta kemampuan dai dalam menguasai materi. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah konsep dakwah bil hal, yakni berdakwah melalui perbuatan nyata, sikap, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keteladanan adalah kunci utama keberhasilan dakwah di tengah masyarakat.
Bahasa Jawa sebagai Identitas dan Etika Dakwah
Materi kedua disampaikan oleh Ketua PC LDII Kartasura, H. Edi Sanusi. Dalam sesi ini, peserta dibekali kemampuan berdakwah menggunakan bahasa Jawa dengan penjelasan dalam bahasa Indonesia.
Tujuan utama dari materi ini adalah agar generasi muda tidak kehilangan jati diri budaya, khususnya dalam berbahasa Jawa yang baik dan benar. Bahasa Jawa tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan tata krama, etika, serta kepribadian seseorang.
Dalam penjelasannya, beliau menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Jawa akan membantu dai dalam membedakan penggunaan bahasa baku dan tidak baku. Selain itu, penguasaan bahasa daerah juga dapat memperkuat komunikasi dengan masyarakat, sehingga pesan dakwah lebih mudah diterima.
Menariknya, kemampuan berbahasa Jawa yang baik justru dapat meningkatkan kelancaran dalam berbahasa Indonesia, karena melatih struktur berpikir dan kepekaan terhadap tata bahasa.
Menutup Kegiatan dengan Harapan dan Doa
Kegiatan pembekalan dai ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Mulato Budi Santoso. Dalam doa tersebut, dipanjatkan harapan agar seluruh peserta dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dan mampu menjalankan tugas dakwah dengan penuh tanggung jawab.
Komitmen LDII dalam Mencetak Dai Berkualitas
Melalui kegiatan ini, PC LDII Kartasura menunjukkan komitmennya dalam mencetak dai yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Pembekalan ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah di era digital membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif, komunikatif, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan etika. Dengan bekal tersebut, diharapkan para dai mampu menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan di tengah masyarakat. (bay)
