LDII Weru Catat 318 Hewan Kurban Idul Adha 1447 H, Bukti Semangat Berbagi Warga Terus Meningkat
SUKOHARJO (28/5) – Antusiasme warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Weru dalam menjalankan ibadah kurban tahun 1447 Hijriah terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC), jumlah hewan kurban tahun ini mencapai ratusan ekor.
Ketua PC LDII Kecamatan Weru, H. Sarwiyanto, S.Pd., mengungkapkan bahwa hingga Rabu (27/5/2026), tercatat sebanyak 98 ekor sapi dan 220 ekor kambing telah terkumpul dari 29 PAC LDII se-Kecamatan Weru.
“Alhamdulillah, semangat warga dalam berkurban tahun ini sangat baik. Data sementara dari 29 PAC menunjukkan total 318 hewan kurban terdiri dari 98 sapi dan 220 kambing,” ujar H. Sarwiyanto.
Menurutnya, pelaksanaan ibadah kurban bukan hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter warga agar memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama.
Ia menambahkan, daging kurban nantinya akan disalurkan kepada masyarakat sekitar, warga yang membutuhkan, serta berbagai kalangan lainnya agar manfaat Idul Adha benar-benar dapat dirasakan secara luas.
“Momentum Idul Adha mengajarkan keikhlasan, kebersamaan, dan semangat berbagi. Ini menjadi budaya positif yang terus dijaga oleh warga LDII di Kecamatan Weru,” tambahnya.
Selain memperkuat nilai ibadah, kegiatan kurban juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga dan masyarakat sekitar. Seluruh panitia kurban di masing-masing PAC telah dipersiapkan untuk melaksanakan penyembelihan sesuai syariat Islam dengan memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan.
H. Sarwiyanto turut mengapresiasi kekompakan warga LDII yang terus mempertahankan tradisi gotong royong dalam setiap pelaksanaan kurban.
“Yang terpenting bukan hanya jumlah hewannya, tetapi bagaimana kurban ini mampu membawa manfaat, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan rasa peduli kepada sesama,” jelasnya.
Dengan capaian tersebut, PC LDII Kecamatan Weru berharap semangat berkurban dan berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi bagian dari upaya mempererat ukhuwah dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. (bay)
