PC LDII Kartasura Gelar Evaluasi Akhir Tahun Caberawit, Perkuat Pembinaan Generasi Berakhlak Mulia Sejak Usia Dini
SUKOHARJO (30/6) – Pimpinan Cabang (PC) LDII Kartasura menggelar Evaluasi Akhir Tahun Generasi Penerus Usia Dini (Caberawit) di Masjid Baitul Makmur, Pabelan, Kartasura, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Membentuk Generasi Penerus Berakhlak Mulia, Profesional Religius, dan Mandiri” tersebut menjadi bagian dari komitmen LDII dalam membina karakter, akhlak, dan pemahaman agama Islam sejak usia dini.
Peserta evaluasi merupakan anak-anak usia dini dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kartasura. Kegiatan ini tidak hanya menjadi penilaian atas hasil pembelajaran selama satu tahun, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan generasi penerus.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tes tertulis yang disusun berdasarkan kurikulum pembinaan generasi penerus LDII. Materi yang diujikan meliputi kemampuan baca tulis, hafalan doa sehari-hari, surat-surat pendek, dasar-dasar keagamaan, fikih, pembiasaan hidup mandiri, hingga penerapan makarimal akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui evaluasi tersebut, para pengajar dapat mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil evaluasi juga menjadi acuan dalam menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif pada tahun berikutnya.
Setelah menyelesaikan ujian tertulis, seluruh peserta mengikuti penyimakan bacaan Tilawati dan Al-Qur’an. Dalam sesi ini, para penguji menilai kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf yang benar. Penilaian dilakukan secara objektif untuk memantau perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an setiap peserta.
Suasana evaluasi berlangsung tertib, kondusif, dan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan pendampingan para guru, panitia, serta dukungan penuh dari orang tua. Kehadiran orang tua menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan sehingga proses pembinaan karakter dapat berjalan secara berkesinambungan.
Ketua PC LDII Kartasura, Drs. H. Edi Sanusi, mengatakan bahwa pembinaan generasi penerus merupakan salah satu program utama LDII yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, evaluasi akhir tahun bukan sekadar mengukur nilai akademik, melainkan juga melihat perkembangan akhlak, ibadah, dan kebiasaan baik yang telah diterapkan anak-anak selama mengikuti pembinaan.
“Melalui evaluasi ini kami ingin mengetahui perkembangan setiap anak secara menyeluruh. Yang terpenting bukan hanya kemampuan membaca Al-Qur’an atau hafalan, tetapi bagaimana mereka mulai membiasakan diri berakhlakul karimah, mandiri, disiplin, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Edi.
Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan generasi penerus tidak dapat dicapai hanya melalui lembaga pendidikan, melainkan membutuhkan peran aktif keluarga. Oleh karena itu, LDII terus mendorong terjalinnya kolaborasi antara guru dan orang tua agar pendidikan karakter yang diterima anak di lingkungan pengajian dapat diterapkan secara konsisten di rumah.
“Kami berharap sinergi antara orang tua dan para pendidik terus terjalin dengan baik. Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Jika sejak dini mereka dibekali akhlak mulia, ilmu agama yang benar, serta kemandirian, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi generasi profesional religius yang mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Melalui Evaluasi Akhir Tahun Generasi Penerus Usia Dini ini, PC LDII Kartasura berharap kualitas pembinaan terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki keimanan kuat, akhlak mulia, kecakapan hidup, serta mampu menjadi penerus bangsa yang berkarakter dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (bay)
