Berita Daerah, Berita Kegiatan, nasional, Warta Sukoharjo

CAI SUSELA 2026 Perkuat 29 Karakter Luhur, Ratusan Generasi Muda LDII Ikuti Pembinaan Berbasis FGD di Weru Sukoharjo

SUKOHARJO (2/8) – Ratusan generasi muda LDII dari tiga kecamatan, yakni Bulu, Tawangsari, dan Weru, mengikuti kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI) SUSELA 2026 yang dipusatkan di Kompleks Masjid Roudhotul Jannah, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, pada 24–26 Juli 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) CAI Nasional ini mengusung tema “Penguatan 29 Karakter Luhur” sebagai upaya mencetak generasi bangsa yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Kegiatan yang diikuti oleh Ketua Remaja dan Guru IRMAS tersebut menghadirkan berbagai agenda pembinaan, mulai dari nasihat keagamaan, penyampaian materi CAI, kegiatan keakraban, hingga Focus Group Discussion (FGD) yang menjadi metode baru dalam pelaksanaan CAI tahun ini.

Ketua Panitia CAI SUSELA 2026, Aris Budi Prasetyo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur.

“Tujuan utama kami adalah membangun generasi bangsa yang berdaya saing dan unggul, serta memiliki 29 karakter luhur sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” ujar Aris.

Menurutnya, penerapan metode Focus Group Discussion (FGD) menjadi inovasi dalam proses pembelajaran. Melalui diskusi kelompok, peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga dilatih berpikir kritis, menyampaikan gagasan, dan mencari solusi atas persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Melalui FGD, peserta diarahkan agar lebih terbuka dan berani mengemukakan pendapat mengenai berbagai persoalan di lingkungan mereka. Harapannya, mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Pembina LDII Kecamatan Weru, H. Sugito, menegaskan bahwa pembinaan generasi muda saat ini harus menitikberatkan pada penguatan karakter sebagai fondasi utama membangun masa depan bangsa.

Ia menjelaskan terdapat tiga fokus utama dalam pembinaan, yakni memperkuat daya juang generasi penerus agar senantiasa memperoleh pertolongan Allah SWT, menanamkan 29 karakter luhur baik dalam teori maupun praktik, serta membentengi generasi muda dari berbagai bentuk pelanggaran dan kemaksiatan.

Menurut H. Sugito, metode FGD dipilih agar peserta menjadi bagian aktif dalam proses pembelajaran.

“Kami ingin peserta menjadi subjek pembelajaran. Mereka tidak hanya menjadi orang yang dibicarakan, tetapi ikut membahas persoalan yang ada di lingkungan mereka sekaligus mencari solusi bersama,” ungkapnya.

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan. Selain memperoleh pembinaan karakter, para peserta juga mempererat ukhuwah melalui kegiatan keakraban yang dirancang untuk membangun kerja sama, kepemimpinan, komunikasi, serta rasa tanggung jawab antargenerasi muda.

Melalui penyelenggaraan CAI SUSELA 2026, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter luhur, mampu berpikir kritis, peduli terhadap lingkungan, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *