Berita Kegiatan, Berita Nasional, nasional

LDII Gaungkan Kurban Ramah Lingkungan, Ida Royani dan Ben Kasyafani Beri Apresiasi

JAKARTA (29/5) – Pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang digelar warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tahun ini berlangsung semarak dan penuh semangat kebersamaan. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, antusiasme warga untuk berkurban justru mengalami peningkatan signifikan.

Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menegaskan bahwa ibadah kurban merupakan salah satu bentuk ibadah tertinggi pada bulan Zulhijah yang sarat nilai ketakwaan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.

Menurutnya, kurban menjadi teladan keikhlasan dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang hingga kini terus diwariskan sebagai syariat bagi umat Islam.

“Sebagai umat Islam, kurban menjadi ibadah yang selalu dinanti karena penuh keberkahan. Di dalamnya ada nilai ketakwaan, pengorbanan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Dody di Jakarta, Selasa (27/5/2026).

Dody mengungkapkan, hingga hari pertama Idul Adha pada Rabu (27/5/2026) pukul 15.28 WIB, warga LDII di seluruh Indonesia telah menyembelih hampir 18 ribu ekor sapi dan sekitar 17.300 ekor kambing. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah hingga berakhirnya hari tasyrik.

Ia menjelaskan, tingginya semangat berkurban warga LDII tidak terlepas dari budaya menabung kurban yang sudah berlangsung lama di lingkungan organisasi tersebut. Warga secara rutin mulai menyisihkan dana sejak setahun sebelumnya melalui kegiatan pengajian di tingkat DPW, DPD, Pengurus Cabang (PC), hingga Pengurus Anak Cabang (PAC).

“Walaupun kondisi ekonomi penuh ketidakpastian, antusiasme warga LDII untuk berkurban justru meningkat. Biasanya setelah Idul Adha selesai, bulan berikutnya warga sudah mulai membuka tabungan kurban untuk tahun depan,” jelasnya.

Selain fokus pada semangat berbagi, DPP LDII juga menekankan pentingnya pelaksanaan kurban yang higienis dan ramah lingkungan. Seluruh jajaran LDII diinstruksikan agar proses penyembelihan memenuhi ketentuan syariat sekaligus memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar.

Sebelum pelaksanaan kurban, sejumlah pengurus LDII di berbagai daerah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mengadakan pelatihan tata cara penyembelihan hewan yang benar serta pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

“Penyembelihan harus memenuhi syariat sekaligus higienis. Area pemotongan, alat penyembelihan, pengelolaan jeroan, hingga limbah harus dijaga kebersihannya agar tidak mencemari lingkungan,” tegas Dody.

Sebagai bagian dari kampanye kurban berwawasan lingkungan, LDII juga mengimbau penggunaan plastik biodegradable, plastik daur ulang, maupun besek bambu sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari aktris senior Ida Royani yang ikut terlibat langsung dalam pembagian daging kurban kepada masyarakat. Ia mengaku senang dapat kembali berpartisipasi dalam kegiatan sosial bersama warga LDII.

“Alhamdulillah, capek tapi asyik karena bisa bersosialisasi langsung dengan masyarakat. Selain menjalankan kewajiban sebagai umat Islam, kita juga bisa berbagi kebahagiaan dari hewan kurban yang sudah dikorbankan,” ujar Ida Royani.

Ia juga menilai penggunaan kantong ramah lingkungan dan besek dalam pembagian daging kurban merupakan langkah positif yang patut dicontoh masyarakat luas.

Sementara itu, aktor sekaligus presenter Ben Kasyafani menyebut Idul Adha sebagai momentum yang mampu mempererat kebersamaan dan silaturahim antarmasyarakat.

Menurut Ben, suasana kebahagiaan terlihat dari seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia penyembelihan, relawan distribusi, hingga masyarakat penerima manfaat.

“Semua yang terlibat kelihatan bahagia. Mulai dari yang memotong kurban, memasak, sampai yang bersih-bersih. Idul Adha selalu menghadirkan suasana kebersamaan dan silaturahim yang hangat,” ungkapnya.

Ben juga menyoroti dampak ekonomi yang dihasilkan dari ekosistem kurban. Ia menilai kegiatan tersebut mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat karena melibatkan banyak sektor, mulai dari peternak, distribusi hewan, hingga pengolahan daging.

“Ekosistem kurban ini luar biasa karena melibatkan banyak pihak. Harapannya setiap tahun nilainya semakin besar dan manfaatnya semakin luas untuk masyarakat,” katanya.

Meningkatnya pelaksanaan ibadah kurban setiap tahun dinilai tidak hanya memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian antarsesama, tetapi juga membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui distribusi daging kurban. Selain itu, kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif bagi perekonomian umat, khususnya bagi peternak, pedagang hewan, jasa distribusi, hingga pelaku usaha kecil di berbagai daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *