Pengurus LDII Sukoharjo Hadiri Pembinaan Kerukunan Umat Beragama, Ketua DPD: Moderasi Jadi Benteng Keutuhan NKRI
SUKOHARJO — Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya potensi gesekan sosial akibat perbedaan pandangan, upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama terus digelorakan di Kabupaten Sukoharjo. Salah satunya melalui kegiatan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama Bagi Lembaga Lintas Agama Kabupaten Sukoharjo yang digelar di Auditorium Gedung Menara Wijaya Kusuma lantai 10, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti berbagai perwakilan tokoh agama dan organisasi keagamaan, termasuk jajaran pengurus DPD LDII Kabupaten Sukoharjo. Acara berlangsung penuh kekeluargaan dan menjadi ruang dialog untuk memperkuat semangat toleransi serta moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukoharjo, Budi Santoso, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai forum lintas agama seperti ini sangat penting untuk menjaga kondusivitas daerah.
Menurutnya, kerukunan umat beragama tidak akan terwujud tanpa adanya sikap toleransi di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa toleransi merupakan cerminan kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Marilah kita tanamkan toleransi di berbagai aspek kehidupan. Dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan, maka kehidupan masyarakat akan tetap harmonis,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Sukoharjo, Prof. Dr. H. Zainul Abas, saat menjadi pemateri menegaskan pentingnya moderasi beragama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ia menjelaskan, terdapat tiga urgensi utama moderasi beragama yang perlu dipahami bersama. Pertama, berkembangnya cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang berlebihan atau ekstrem hingga mengesampingkan martabat kemanusiaan.
Kedua, berkembangnya klaim kebenaran subjektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama yang dipengaruhi kepentingan ekonomi maupun politik sehingga berpotensi memicu konflik sosial.
Ketiga, munculnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan terhadap bangsa dan negara dalam bingkai NKRI.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa moderasi beragama membawa pesan keagamaan yang bertujuan memajukan kehidupan umat manusia melalui sikap amanah, adil, serta menebarkan kasih sayang terhadap sesama.
“Moderasi beragama harus dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang antara pengamalan agama sendiri dan penghormatan terhadap praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu prinsip dasar moderasi beragama adalah menjaga keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari keseimbangan antara akal dan wahyu, jasmani dan rohani, hak dan kewajiban, hingga antara kepentingan individu dan kemaslahatan bersama.
Ketua DPD LDII Kabupaten Sukoharjo sekaligus Sekretaris FKUB Sukoharjo, Drs. H. Dalono Abdul Rosyid menyampaikan, DPD LDII Kabupaten Sukoharjo, menyambut positif kegiatan pembinaan tersebut. Menurutnya, forum lintas agama menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi, mempererat persaudaraan, sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menilai moderasi beragama bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan nyata dalam kehidupan berbangsa saat ini. Dengan sikap moderat, masyarakat dapat menjaga persatuan tanpa harus kehilangan identitas dan keyakinan masing-masing.
“Kerukunan harus dirawat bersama. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai dan harmonis. Moderasi beragama menjadi kunci penting menjaga persatuan bangsa dan keutuhan NKRI,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan agar semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama semakin mengakar di tengah masyarakat Sukoharjo.
Dengan adanya kegiatan pembinaan lintas agama ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara semangat keagamaan dan komitmen kebangsaan demi terciptanya kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Sukoharjo. (bay)
